Unsur-Unsur Desain Grafis yang Perlu Dipahami Pemula
Memahami unsur-unsur desain grafis merupakan salah satu langkah awal yang penting bagi siapa pun yang ingin belajar membuat desain, termasuk desain website untuk kebutuhan bisnis.
Desain yang terlihat menarik bukan
terjadi secara kebetulan. Di balik sebuah logo, poster, halaman website,
banner, maupun tampilan aplikasi terdapat berbagai unsur visual yang disusun
secara sengaja.
Garis dapat mengarahkan perhatian. Warna
membantu membangun suasana dan identitas. Tipografi menentukan kenyamanan
membaca. Ruang kosong membuat informasi terasa lebih teratur. Sementara gambar
dan bentuk membantu menyampaikan pesan lebih cepat.
Bagi pemula, memahami unsur-unsur
tersebut jauh lebih penting daripada langsung menghafal berbagai tools desain.
Software hanyalah alat.
Kemampuan desain justru berkembang ketika Anda mulai memahami mengapa suatu elemen diletakkan di tempat tertentu dan bagaimana elemen tersebut memengaruhi orang yang melihatnya.
Jika Anda ingin belajar web design untuk bisnis, prinsip-prinsip dasar desain grafis berikut juga dapat membantu membuat website lebih jelas, konsisten, dan nyaman digunakan.
Apa yang
Dimaksud dengan Unsur Desain Grafis?
Unsur desain grafis adalah elemen visual dasar yang digunakan untuk
menyusun sebuah karya desain.
Unsur tersebut dapat berupa:
·
garis,
·
bentuk,
·
warna,
·
ruang,
·
tipografi,
·
tekstur,
·
ukuran,
·
gambar,
·
dan komposisi.
Seorang desainer menggunakan berbagai unsur tersebut untuk
menyampaikan informasi dan menciptakan pengalaman visual tertentu.
Dalam desain website, misalnya, warna dapat digunakan untuk
membedakan tombol utama dengan tombol sekunder.
Ukuran dapat digunakan untuk membedakan judul dengan paragraf.
Whitespace membantu memisahkan satu bagian halaman dari bagian
lainnya.
Tipografi membantu pengguna membaca informasi dengan nyaman.
Karena itu, desain grafis bukan hanya tentang membuat sesuatu
terlihat indah.
Desain juga berfungsi untuk mengatur informasi dan
mengkomunikasikan pesan.
Mengapa
Pemula Perlu Memahami Unsur Desain Grafis?
Banyak orang mulai belajar desain dengan membuka software lalu
mencoba membuat layout.
Pendekatan tersebut tidak salah, tetapi sering membuat pemula
terlalu bergantung pada template.
Ketika template dihilangkan, mereka kesulitan menentukan:
·
warna apa yang cocok,
·
ukuran judul,
·
posisi gambar,
·
jarak antarelemen,
·
komposisi halaman,
·
hingga bagaimana membuat desain
terasa seimbang.
Memahami unsur desain membantu Anda mengambil keputusan dengan
alasan yang lebih jelas.
Misalnya, Anda tidak memilih font besar hanya karena terlihat keren.
Anda menggunakannya karena bagian tersebut memang mempunyai tingkat
kepentingan lebih tinggi.
Begitu juga pada website.
Knowledge base Moz menyebut halaman berkualitas sebagai halaman yang
mudah digunakan, mudah dinavigasi, mudah dipahami, dan dirancang secara
profesional. Artinya, visual seharusnya mendukung penggunaan website, bukan
hanya menjadi dekorasi.
Mari membahas unsur-unsur utamanya.
1. Garis atau Line
Garis merupakan salah satu unsur desain paling sederhana.
Namun fungsinya cukup banyak.
Garis dapat digunakan untuk:
·
memisahkan informasi,
·
membuat batas,
·
menghubungkan elemen,
·
mengarahkan pandangan,
·
membentuk pola,
·
menciptakan karakter visual.
Garis tidak selalu harus terlihat sebagai sebuah stroke hitam.
Perbedaan background, susunan elemen, atau posisi objek juga dapat
menciptakan garis secara visual.
Penggunaan Garis dalam Desain Website
Dalam
web design, garis sering digunakan untuk memisahkan section.
Misalnya:
Tentang Kami
Layanan
Garis
tipis dapat memberikan batas yang cukup tanpa harus menggunakan blok warna
berbeda.
Namun
jangan menggunakan garis untuk setiap elemen.
Jika
terlalu banyak divider digunakan, halaman dapat terasa kaku dan penuh.
Terkadang
whitespace sudah cukup untuk memberikan pemisahan.
2. Bentuk atau Shape
Bentuk adalah area dua dimensi yang mempunyai batas.
Bentuk dasar meliputi:
·
lingkaran,
·
persegi,
·
persegi panjang,
·
segitiga.
Ada pula bentuk organik yang tidak mempunyai struktur geometris
sempurna.
Bentuk dapat digunakan untuk menampung informasi, menciptakan fokus,
atau membangun identitas visual.
Misalnya, tombol pada website pada dasarnya merupakan sebuah bentuk
yang berisi teks.
Card produk juga merupakan bentuk.
Badge promo pun menggunakan bentuk.
Bentuk Mempengaruhi Karakter Visual
Persegi
dan garis lurus sering menciptakan kesan terstruktur.
Lingkaran
atau sudut membulat dapat terasa lebih lembut.
Bentuk
organik dapat memberikan karakter lebih santai atau kreatif.
Namun
ini bukan aturan absolut.
Konteks,
warna, ukuran, dan keseluruhan desain tetap menentukan persepsi.
Untuk
website bisnis, sebaiknya gunakan bentuk secara konsisten.
Jika
sebagian besar tombol mempunyai radius tertentu, hindari membuat setiap tombol
dengan bentuk berbeda tanpa alasan.
Konsistensi
membantu interface terasa lebih mudah dipahami.
3. Warna
Warna
merupakan salah satu unsur desain grafis yang paling cepat terlihat.
Warna
dapat memengaruhi:
·
perhatian,
·
identitas brand,
·
suasana,
·
keterbacaan,
·
hierarki,
·
interaksi.
Karena
itu, memilih warna tidak sebaiknya hanya berdasarkan warna favorit.
Gunakan Palet Warna yang Terarah
Untuk
pemula, Anda tidak membutuhkan belasan warna.
Mulailah dengan sistem
sederhana:
·
warna utama,
·
warna sekunder,
·
warna netral,
·
warna aksen.
Warna
utama dapat mewakili brand.
Warna aksen dapat digunakan
pada CTA.
Warna netral digunakan untuk
background, teks, atau elemen pendukung.
Contohnya, jika semua elemen
menggunakan warna yang sama kuat, pengguna akan kesulitan menentukan mana yang
paling penting.
Sebaliknya, jika hanya
tombol utama menggunakan warna aksen, perhatian dapat diarahkan dengan lebih
jelas.
Jangan Melupakan Kontras
Pemilihan warna
juga berhubungan dengan keterbacaan.
Teks abu-abu muda pada background
putih mungkin terlihat minimalis, tetapi sulit dibaca.
Teks dan background harus mempunyai
kontras yang memadai.
Dalam desain website, estetika
sebaiknya tidak mengorbankan accessibility.
4. Tipografi
Tipografi
adalah pengaturan dan penggunaan huruf dalam desain.
Ini
bukan sekadar memilih font.
Tipografi
juga mencakup:
·
ukuran font,
·
ketebalan,
·
tinggi baris,
·
jarak huruf,
·
panjang baris,
·
hierarki teks.
Dalam
desain website, tipografi mempunyai pengaruh sangat besar karena sebagian besar
informasi disampaikan melalui teks.
Buat Hierarki Tipografi
Sebagai contoh:
Judul utama
lebih besar
daripada:
Subjudul
yang kemudian
lebih menonjol dibanding:
paragraf biasa.
Hierarki seperti
ini membantu pembaca memindai halaman.
Tanpa hierarki,
seluruh teks akan terasa memiliki tingkat kepentingan yang sama.
Untuk website
bisnis, setidaknya tentukan sistem untuk:
·
H1,
·
H2,
·
H3,
·
body text,
·
caption,
·
button text.
Knowledge base
SEO Content Writing Guide juga menekankan penggunaan heading yang jelas dan
hierarkis agar konten lebih mudah dinavigasi dan dipahami.
Jangan Menggunakan Terlalu Banyak Font
Menggunakan
banyak font sering dianggap membuat desain lebih kreatif.
Padahal
hasilnya dapat terlihat tidak konsisten.
Untuk
pemula, satu atau dua keluarga font biasanya sudah cukup untuk membangun sistem
visual yang solid.
5. Ruang atau Space
Ruang merupakan salah satu unsur yang paling sering diremehkan.
Padahal ruang sangat penting untuk membuat desain terasa rapi.
Ada dua jenis ruang yang perlu dipahami:
positive space, yaitu area yang diisi
oleh elemen;
dan
negative space atau whitespace, yaitu
area kosong di antara elemen.
Whitespace bukan berarti ruang terbuang.
Justru ruang kosong memberikan kesempatan bagi mata untuk
beristirahat.
Whitespace dalam Website
Bayangkan sebuah
halaman berisi:
headline,
paragraf, gambar, lima tombol, banner promo, logo partner, testimonial, dan
formulir yang semuanya berdempetan.
Meskipun
kontennya bagus, halaman akan terasa melelahkan.
Dengan
memberikan jarak antara setiap section, informasi menjadi lebih mudah dipahami.
Ruang juga dapat
membantu membangun hierarki.
Elemen yang
dikelompokkan dengan jarak dekat biasanya dianggap saling berhubungan.
Sementara jarak
lebih besar menunjukkan bagian yang berbeda.
6. Ukuran atau Size
Ukuran membantu menentukan tingkat kepentingan visual.
Secara umum, elemen berukuran lebih besar akan mendapatkan perhatian
lebih dahulu.
Karena itu, ukuran dapat digunakan untuk menunjukkan prioritas.
Misalnya:
Judul utama dapat dibuat besar.
Subjudul sedikit lebih kecil.
Paragraf menggunakan ukuran normal.
Catatan tambahan lebih kecil tetapi tetap terbaca.
Dalam desain website, CTA utama juga dapat dibuat sedikit lebih
dominan dibanding link sekunder.
Hindari Membuat Semuanya Besar
Jika
seluruh elemen besar, tidak ada lagi yang terasa penting.
Hierarki
justru muncul dari perbedaan.
Ukuran
harus digunakan secara relatif.
Sebuah
headline terlihat besar karena elemen lain lebih kecil.
Begitu
pula tombol utama terlihat menonjol karena elemen lain lebih tenang.
7. Tekstur
Tekstur
memberikan karakter permukaan pada desain.
Tekstur
dapat terlihat seperti:
·
kertas,
·
kain,
·
grain,
·
kayu,
·
logam,
·
pola,
·
noise.
Dalam
desain digital, tekstur biasanya digunakan untuk menciptakan kesan visual
tertentu.
Misalnya
website produk handmade dapat menggunakan tekstur lembut untuk memperkuat
karakter alami.
Sementara
perusahaan teknologi mungkin memilih tampilan lebih bersih.
Namun
tekstur perlu digunakan secara hati-hati.
Background
dengan tekstur terlalu kuat dapat mengganggu pembacaan teks.
Untuk
website bisnis, pastikan tekstur mendukung identitas, bukan menjadi gangguan.
8. Gambar dan Fotografi
Gambar dapat menyampaikan informasi lebih cepat daripada paragraf
panjang.
Dalam website bisnis, gambar dapat berupa:
·
foto produk,
·
foto tim,
·
foto proyek,
·
screenshot,
·
ilustrasi,
·
diagram,
·
ikon.
Pemilihan gambar harus mempunyai tujuan.
Gunakan Gambar yang Relevan
Salah satu
kesalahan umum adalah menggunakan gambar hanya untuk mengisi ruang.
Misalnya
website agensi menggunakan stock photo orang berjabat tangan tanpa hubungan
jelas dengan layanan.
Visual
seperti itu mungkin tidak salah, tetapi juga tidak memberikan banyak informasi.
Bandingkan
dengan:
·
screenshot hasil website,
·
dokumentasi proyek,
·
foto tim,
·
studi kasus visual.
Visual yang
spesifik biasanya lebih kuat.
Untuk SEO dan
accessibility, gambar website juga sebaiknya diberi informasi pendukung yang
tepat. Knowledge base Moz menyarankan penggunaan alt text pada gambar agar
konten visual memiliki deskripsi tekstual yang dapat dipahami mesin pencari dan
teknologi pendukung.
9. Kontras
Kontras
terjadi ketika dua elemen mempunyai perbedaan yang cukup kuat.
Kontras
bisa berasal dari:
·
warna,
·
ukuran,
·
bentuk,
·
ketebalan,
·
posisi,
·
jenis font.
Fungsi
kontras adalah membantu membedakan elemen dan mengarahkan perhatian.
Contohnya
tombol CTA berwarna gelap pada background terang.
Atau
headline besar di atas teks paragraf yang lebih kecil.
Tanpa
kontras, semua elemen terlihat datar.
Namun
terlalu banyak kontras juga dapat membuat desain terasa ramai.
Gunakan
kontras pada bagian yang memang membutuhkan perhatian.
10. Komposisi
Komposisi
adalah bagaimana berbagai unsur desain disusun dalam satu area.
Anda
bisa memiliki warna bagus, font bagus, dan foto bagus.
Namun
jika susunannya tidak tepat, hasil desain tetap bisa terasa aneh.
Komposisi
mempertimbangkan:
·
posisi,
·
keseimbangan,
·
jarak,
·
arah perhatian,
·
hubungan antarelemen.
Pada
website, komposisi terlihat pada susunan hero section, card layanan, gallery,
hingga layout artikel.
Contohnya:
headline
→ supporting text → CTA → gambar.
Urutan
tersebut menciptakan alur.
Pengguna
mengetahui apa yang perlu dilihat terlebih dahulu.
11. Keseimbangan atau Balance
Balance berkaitan dengan distribusi berat visual.
Keseimbangan tidak selalu berarti seluruh elemen harus simetris.
Ada dua pendekatan umum.
Symmetrical Balance
Elemen dibagi secara
relatif seimbang di dua sisi.
Pendekatan ini dapat
menciptakan kesan teratur, formal, dan stabil.
Asymmetrical Balance
Elemen berbeda
ukuran dan posisi tetapi masih terasa seimbang secara visual.
Misalnya gambar
besar di sebelah kanan diseimbangkan oleh headline, paragraf, dan tombol di
kiri.
Desain website
modern cukup sering menggunakan komposisi asimetris.
Kuncinya adalah
halaman tetap terasa stabil dan tidak berat sebelah.
12. Alignment
Alignment
berarti menyelaraskan posisi elemen.
Contohnya,
beberapa paragraf dapat mempunyai sisi kiri yang sama.
Judul
dan tombol dapat mengikuti grid yang sama.
Card
dapat disusun pada garis tertentu.
Alignment
yang baik membuat desain terasa rapi meskipun pengguna tidak menyadarinya
secara sadar.
Sebaliknya,
alignment yang tidak konsisten dapat membuat desain terasa berantakan.
Dalam
web design, penggunaan grid sangat membantu menjaga alignment.
13. Repetition dan Konsistensi
Pengulangan unsur tertentu membantu membangun sistem visual.
Misalnya:
·
warna tombol sama,
·
bentuk card sama,
·
ukuran heading konsisten,
·
ikon memiliki gaya sama,
·
spacing mengikuti pola
tertentu.
Inilah yang membuat sebuah website terasa sebagai satu kesatuan.
Bayangkan setiap halaman menggunakan font, bentuk tombol, warna, dan
gaya ikon berbeda.
Meskipun masing-masing halaman terlihat bagus, keseluruhan website
akan terasa tidak konsisten.
Untuk website bisnis, repetition juga membantu memperkuat branding.
14. Proximity
Proximity
berarti elemen yang saling berhubungan sebaiknya diletakkan berdekatan.
Contohnya:
nama
produk sebaiknya dekat dengan foto produk.
Label
form dekat dengan field terkait.
Judul
card dekat dengan deskripsinya.
Sementara
informasi yang berbeda dapat dipisahkan menggunakan ruang yang lebih besar.
Prinsip
ini terdengar sederhana, tetapi sangat membantu membuat interface lebih mudah
dipahami.
Bagaimana
Unsur Desain Grafis Diterapkan dalam Website?
Setelah memahami masing-masing unsur, pertanyaan berikutnya adalah
bagaimana menggabungkannya.
Bayangkan Anda sedang membuat hero section untuk website jasa.
Anda mempunyai:
·
headline,
·
paragraf,
·
tombol CTA,
·
gambar.
Anda dapat menggunakan ukuran untuk membuat headline paling
dominan.
Gunakan tipografi untuk membedakan heading dengan body text.
Gunakan warna untuk menonjolkan CTA.
Berikan whitespace agar elemen tidak berdesakan.
Gunakan alignment untuk merapikan posisi.
Tambahkan gambar yang relevan untuk memberikan konteks.
Kemudian gunakan komposisi untuk mengatur keseluruhan elemen
sehingga mata bergerak dari headline menuju penjelasan dan berakhir pada CTA.
Inilah contoh bahwa unsur desain tidak bekerja secara terpisah.
Semuanya saling mendukung.
Hubungan Desain Grafis dengan User Experience
Desain grafis dan user experience memang bukan hal yang sama.
Namun keduanya saling berhubungan.
Elemen visual dapat membantu atau justru menghambat pengalaman
pengguna.
Misalnya:
Tombol yang tidak terlihat jelas membuat pengguna tidak tahu harus
mengeklik apa.
Teks yang terlalu kecil sulit dibaca.
Warna dengan kontras rendah menyulitkan pengguna.
Layout terlalu padat membuat informasi sulit dipindai.
Navigasi dengan icon yang tidak jelas membuat pengguna kebingungan.
Karena itu, desain grafis pada website sebaiknya mempunyai fungsi.
Moz menekankan pentingnya pengalaman pengguna yang thoughtful dan
mudah digunakan karena pengalaman positif dapat mendorong engagement, kunjungan
kembali, sharing, hingga link.
Desain
Website Juga Perlu Memikirkan SEO
Unsur visual bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan ketika
mendesain website.
Website juga harus dapat dipahami mesin pencari.
Misalnya, jangan mengganti seluruh teks penting dengan gambar hanya
karena terlihat lebih fleksibel secara visual.
Knowledge base Moz menyarankan konten utama menggunakan format HTML
text agar informasi lebih mudah dipahami mesin pencari. Website juga perlu
memiliki struktur link yang dapat dirayapi sehingga halaman penting dapat
ditemukan.
Artinya, designer perlu bekerja bersama developer dan SEO
specialist.
Website yang baik harus:
·
terlihat menarik,
·
mudah digunakan,
·
mempunyai struktur informasi
jelas,
·
dapat diakses,
·
dan dapat dipahami mesin
pencari.
Kesalahan
Desain yang Sering Dilakukan Pemula
Saat baru belajar, beberapa kesalahan berikut cukup umum.
Menggunakan Terlalu
Banyak Warna
Semua
warna menarik tidak berarti semuanya perlu digunakan.
Batasi
palet agar desain lebih konsisten.
Menggunakan Terlalu
Banyak Font
Dua font
yang digunakan dengan baik biasanya lebih efektif daripada lima font yang
saling bersaing.
Tidak Memberikan Whitespace
Jangan takut
pada ruang kosong.
Ruang
membantu pembaca fokus.
Semua Elemen Dibuat Menonjol
Jika judul,
tombol, gambar, banner, dan promo semuanya mencoba menjadi pusat perhatian,
pengguna akan bingung.
Tetapkan
prioritas.
Mengabaikan Mobile
Desain desktop yang
bagus belum tentu bekerja pada layar kecil.
Selalu uji layout pada
beberapa ukuran layar.
Terlalu Mengikuti Tren
Tren visual boleh
digunakan.
Namun jangan
mengorbankan readability dan usability hanya untuk terlihat modern.
Cara
Belajar Desain Grafis untuk Pemula
Tidak perlu menghafal semua teori sekaligus.
Gunakan proses sederhana.
Pertama, pelajari satu unsur.
Misalnya minggu ini fokus pada tipografi.
Perhatikan bagaimana website profesional menggunakan ukuran, weight,
dan spacing.
Kemudian coba tiru strukturnya untuk latihan.
Berikutnya pelajari warna.
Lalu layout.
Anda juga dapat melakukan reverse engineering terhadap website yang
menurut Anda bagus.
Tanyakan:
·
Kenapa judulnya sebesar ini?
·
Kenapa tombolnya memakai warna
tersebut?
·
Kenapa section ini diberi jarak
besar?
·
Kenapa gambar ditempatkan di
sisi kanan?
·
Apa yang pertama kali dilihat
mata?
Jangan hanya mengumpulkan inspirasi.
Pelajari alasan di balik desain tersebut.
Checklist
Unsur Desain Grafis untuk Website
Ketika membuat desain website, cek beberapa pertanyaan berikut:
1.
Apakah hierarki informasi sudah
jelas?
2.
Apakah warna digunakan secara
konsisten?
3.
Apakah kontras teks cukup baik?
4.
Apakah tipografi nyaman dibaca?
5.
Apakah ukuran menunjukkan
prioritas?
6.
Apakah whitespace cukup?
7.
Apakah gambar benar-benar
mendukung pesan?
8.
Apakah alignment terlihat rapi?
9.
Apakah elemen terkait
dikelompokkan?
10. Apakah tombol utama mudah ditemukan?
11. Apakah komponen mempunyai gaya konsisten?
12. Apakah desain tetap nyaman di mobile?
13. Apakah dekorasi mengganggu isi?
14. Apakah halaman terlihat profesional?
15. Apakah pengguna mengetahui tindakan berikutnya?
Jika sebagian besar jawabannya “ya”, Anda sudah mempunyai fondasi
desain yang jauh lebih baik.
FAQ Unsur-Unsur
Desain Grafis
Apa saja unsur utama
desain grafis?
Unsur
desain grafis antara lain garis, bentuk, warna, tipografi, ruang, ukuran,
tekstur, gambar, kontras, dan komposisi. Unsur tersebut kemudian disusun
menggunakan berbagai prinsip desain agar menghasilkan komunikasi visual yang
jelas.
Apa unsur desain
paling penting untuk pemula?
Tidak
ada satu unsur yang selalu paling penting. Namun warna, tipografi, ruang,
ukuran, dan komposisi merupakan fondasi yang sangat sering digunakan pada
berbagai jenis desain.
Apa hubungan
desain grafis dengan web design?
Web
design menggunakan banyak prinsip desain grafis seperti warna, tipografi,
shape, image, spacing, hierarchy, dan composition. Perbedaannya, web design
juga perlu mempertimbangkan interaksi, responsive design, performa,
accessibility, dan kebutuhan teknis.
Apakah harus
bisa menggambar untuk belajar desain grafis?
Tidak.
Kemampuan menggambar dapat membantu pada bidang tertentu seperti ilustrasi,
tetapi bukan syarat utama untuk memahami desain grafis maupun web design.
Berapa banyak
warna yang sebaiknya digunakan di website?
Tidak
ada angka wajib. Namun untuk pemula, menggunakan palet sederhana dengan warna
utama, sekunder, netral, dan aksen biasanya lebih mudah dikelola daripada
menggunakan terlalu banyak warna.
Apakah desain
website harus selalu mengikuti tren?
Tidak.
Tren dapat menjadi sumber inspirasi, tetapi usability, readability,
konsistensi, dan kebutuhan pengguna sebaiknya menjadi prioritas.
Memahami
unsur-unsur desain grafis memberikan fondasi penting bagi siapa pun yang
ingin belajar desain.
Garis
membantu membentuk struktur.
Shape
membantu mengelompokkan dan membangun karakter.
Warna
mengarahkan perhatian serta memperkuat identitas.
Tipografi
membuat informasi terbaca.
Whitespace
memberikan ruang.
Ukuran
membentuk prioritas.
Gambar
memberikan konteks.
Kontras
membantu membedakan elemen.
Sementara
komposisi menyatukan semuanya menjadi desain yang utuh.
Untuk
orang yang ingin belajar desain website bisnis, pemahaman ini sangat berguna.
Anda
tidak lagi hanya bertanya:
“Apakah
website ini terlihat bagus?”
Anda
mulai bertanya:
“Apakah
informasi mudah dipahami?”
“Apakah
pengguna tahu bagian mana yang paling penting?”
“Apakah
tombol utama terlihat?”
“Apakah
teks nyaman dibaca?”
“Apakah
desain konsisten?”
“Apakah
halaman nyaman digunakan di mobile?”
Perubahan
cara berpikir tersebut merupakan langkah penting dalam belajar desain.
Sebab
pada akhirnya, desain yang baik bukan sekadar kumpulan elemen visual yang
terlihat menarik.
Desain
yang baik adalah desain yang menggunakan elemen visual secara sengaja untuk
membantu menyampaikan pesan dan mempermudah pengguna mencapai tujuannya.
Jika
Anda baru mulai, jangan terlalu terburu-buru menguasai banyak software atau
mengikuti semua tren.
Pelajari
fondasinya.
Latih
mata untuk melihat hierarchy, spacing, warna, tipografi, dan komposisi.
Semakin
memahami dasar tersebut, semakin mudah Anda membuat desain yang bukan hanya
menarik, tetapi juga fungsional untuk kebutuhan bisnis.


